Hey kalian yang suka dengan dunia TIK dan elektronik pasti kalian adalah orang-orang yang bijak.
Sebagai orang yang bijak pastinya kalian sudah mengetahui dan menaati tentang UU ITE dari UGD.
Nah, bagi kalian yang belum mengetahui atau pun lupa bisa membaca UU ITE UGD di bawah ini
Klik di sini
Jumat, 30 Desember 2016
Meteri Kuliah TIK
Susah belajar TIK ? atau ingin lebih canggih dalam dunia TIK ?
Jangan pesimis, dengan belajar kita dapat menjadi tahu apa yang tidak tahu. dapat menjadi pintar dari yang sebelumnya belum pintar.
Yuk belajar TIK bareng-bareng di blog ini. Jangan spaneng, namanya aja blogger ceria sambil belajar
Nah berikut adalah materi kita belajar TIK, yuk baca yuk...
Klik disini
Selamat belajar, tetap semangat !!!
Jangan pesimis, dengan belajar kita dapat menjadi tahu apa yang tidak tahu. dapat menjadi pintar dari yang sebelumnya belum pintar.
Yuk belajar TIK bareng-bareng di blog ini. Jangan spaneng, namanya aja blogger ceria sambil belajar
Nah berikut adalah materi kita belajar TIK, yuk baca yuk...
Klik disini
Selamat belajar, tetap semangat !!!
Kehidupan Sehari-hari Anak Perantauan (anak kos)
Berikut ini adalah video yang menayangkan aktivitas sehari-hari kami dari Lemper grup
Silahkan klik simbol play pada video
Gimana ? udah lihat kan ? itu adalah sebagian besar kegiatan kami sebagai anak kos yang merantau menimba ilmu di kota orang.
Sekian dari saya, terimakasih sudah menonton videonya. Salam hangat untuk kalian ^__^
Silahkan klik simbol play pada video
Gimana ? udah lihat kan ? itu adalah sebagian besar kegiatan kami sebagai anak kos yang merantau menimba ilmu di kota orang.
Sekian dari saya, terimakasih sudah menonton videonya. Salam hangat untuk kalian ^__^
Senin, 07 November 2016
Sedikit kisah tentang broken home. Silahkan klik tanda play pada gambar/video
- Dari video tersebut saya akan bercerita sedikit tentang kehidupan yang saya alami
Berjuanglah
untuk orang yang sayang dan menyayangimu
Mungkin
hampir semua teman saya
mempunyai keluarga yang utuh dan bahagia, tapi tidak dengan cerita yang saya miliki.
Saya adalah anak pertama dan mempunyai dua adik, saya hidup dikeluarga yang
sederhana. Awalnya keadaan keluarga masih
tentram dan bahagia dari saya kecil hingga memasuki SMA, kehidupan kami
Alhamdulillah serba kecukupan dengan pekerjaan ayah wiraswasta yang mengurus
usaha miliknya sendiri sedangkan ibu bekerja sebagai guru biasa. Keadaan mulai
berubah
ketika saya berada di bangku
SMA kelas 3, kedua orang tua saya
mempunyai masalah hingga membuat hubungan kedua orang tua saya tidak harmonis, disisi lain ayah juga mengalami masalah dengan
bisnisnya, hampir semua harta dan barang2 yang dimilkinya di jual untuk
menyelesaikan masalahnya. Bisa di sebut bangkrut tapi tidak sepenuhnya. Disitulah
awal hubungan kedua orang tua saya mulai merenggang, sering terjadi cekcoh antara ayah dengan ibu dan aku
menyaksikannya. Sebenarnya saya sangat benci dengan hal seperti itu, dan lebih
bencinya lagi selalu saya yang disalahkan sedangkan saya tidak pernah tau
apapun mengenai masalahnya, saya yang selalu jadi korban keegoisan mereka
hingga pada suatu hari membuat saya berontak dan mengamuk karena saya sudah tak
tahan lagi. Saya sebagai kakak untuk adik-adik saya tidak diam saja,
saya berusaha membunjuk kedua orang tua saya untuk menyelesaikan masalah itu
baik baik dan tidak dengan emosi, tapi semuanya sia sia, orang tua justru balik memarahi saya dan saya tidak
boleh ikut campur dalam masalah tersebut. Saya tidak mau imbas dari
pertengkaran kedua orang tua saya akan berpengaruh terhadap kedua adik saya. Apalagi
adik saya yang terakhir masih TK, maka dari itu
saya berusaha untuk selalu membunjuk orang tua saya untuk menyelesaikan
masalahnya dengan baik baik, tanpa mengenal lelah dan selalu berdoa kepada
Allah saya terus mencoba dan mencoba agar keluarga saya kembali membaik dan
harmonis. Setelah saya lulus SMA
permasalahan tak kunjung usai, kedua orang tua saya malah berpisah rumah, saya dan kedua adik saya ikut dengan ibu, nenek dan kakek
orang tua dari ibu. Disitulah
saya dan kedua adik
saya hidup dan tumbuh sampai sekarang
dengan hidup yang sederhana di rumah kecil milik kakek dan nenek. Ibu
yang selalu berjuang dalam membiayai segala kebutuhan sekolah dan hidup saya
maupun kedua adik
saya dengan gaji tak seberapa hasil dari mengajar namun
alhamdulillah saya dibantu dengan gaji dari hasil
pensiunan kakek karena kakek saya
dulunya adalah seorang TNI. Dari situlah saya bisa melanjutkan kuliah walau
perjuangan tak mudah terutama bagi ibu yang berjuang sendirian.
Terkadang
ayah juga mengirim uang
untuk saya dan kedua adik
saya tapi itu semua itu tidak bisa saya andalkan karena beliau tidak secara pasti mengirim
uang, terkadang hampir berbulan bulan tidak ada kabar, tidak bisa di temui apalagi di hubungi.
Saya merasa kasihan kepada ibu yang selalu berjuang keras demi mencukupi
kebutuhan keluarga, demi melihat anak anaknya terus bersekolah dan demi melihat
anak anaknya bisa tidak kesusahan. Saya salut kepada ibu saya disini ibu
menggantikan peran ayah yang selama ini telah meninggalkan keluarga, tidak
hanya itu ibu juga tidak lupa terhadap peran ibunya yang selalu sabar dan
ikhlas dalam menghadapi segala masalahnya, membimbing anaknya, merawat anaknya
hingga besar dan bertumbuh dewasa.
Beliau adalah wanita terkuat versi saya, karena sifatnya yang tak pernah
mengeluh, dalam keadaan sakitpun beliau tetap berusaha bekerja. Didalam
hidup saya sekarang ibu adalah segalanya,
ibu yang sangat berperan penting dalam
kehidupan saya selama ini, walaupun saya dan kedua adik saya terkadang ada
rasa rindu untuk berkumpul kembali dengan ayah,
tapi mungkin itu mustahil
karena menghubungi ayah saja
terkadang tidak ada balasan, disisi lain juga nenek yang sepertinya tidak suka jika saya
dan kedua adik
saya bertemu dengan ayah,
entah kenapa saya tidak tau alasan pastinya karena setiap kali saya bertanya
kenapa? Ibu selalu tidak menjawab dengan jujur.
Saya
sempat berpikir untuk berhenti kuliah dan memilih untuk bekerja membantu beban
ibu tapi justru malah tidak di setujuinya. Saya pun termotivasi untu tetap
terus kuliah bila perlu saya akan cari ilmu setinggi mungkin agar saya bisa
sukses lalu saya bisa membahagiakan keluarga terutama ibu. Disini saya kuliah
tidak mau asal-asalan hanya kuliah, tidur, makan lalu kuliah lagi, tapi saya
juga berusaha meraih prestasi baik akademik maupun non akademik. Kebetulan saya
mahasiswa olahraga jadi saya bisa memanfaatkan potensi saya di bidang olahraga tertentu
untuk meraih prestasi.
Sekarang
saya sudah
mulai dewasa yang mana saya sedang berjuang meraih gelar
ijazah S1, saya menimba ilmu di kota orang,
saya tinggal dikos-kosan yang biayanya tidak sedikit, pengeluaran
ibu kini makin bertambah untuk membayar sewa
kos saya dan biaya kuliah saya selama 4 tahun,
disisi lain ibu. Terkadang saya
prihatin juga ketika ibu blm bisa mengirim uang saku untuk makan, saya lebih
memilih untuk semalaman tidak makan dulu sampai pagi sebelum ibu mengirim uang.
Saya rela karena saya tau susahnya perjuangan beliau untuk membiayai
anak-anaknya, bayangkan saja seorang perempuan berjuang sendiri menghidupi 3
anaknya.
Entahlah
saya sudah mencoba berbagai cara untuk menyatukan kedua orang tua, namun
hasilnya selalu sia-sia, jujur terkadang saya depresi sendiri ketika sedang
merasa lelah menghadapi masalah ini. Siapa si yang tahan dengan keadaan
keluarga yang terpisah, rasa sedih yang selalu menghantui, rasa ingin marah dan
sebagainya bercampur jadi satu. Tapi saya berpikir juga meskipun saya berada di
keluarga broken home seperti ini jangan sampai saya melampiaskan amarah dan
kesedihan saya dengan hal-hal yang negatif, saya hanya takut mengecewakan sosok
perempuan yang telah berjuang keras untuk saya. Saya tak pernah ingin terlihat
cengeng dan sedih karena memang bukan sifat saya, saya benci menangis karena
itu hanya membuat kepala saya pusing sendiri. Saya lebih memilih untuk
menghabiskan waktu bersama teman-teman kuliah dan di luar kuliah untuk bercanda
tawa, dengan adanya mereka sejenak saya bisa menghibur diri saya sendiri. Saya
hanya berdoa semoga saya bisa lulus S1 secepatnya apabila Allah menghendaki
saya ingin melanjutkan S2. Saya ingin bekerja keras untuk keluarga, untuk
membahagiakan masa tua orang tua saya.
Sekian cerita dari saya, semoga
dapat bermanfaat untuk kalian yang membacanya
So thank you so much
Selasa, 18 Oktober 2016
ETIKA DALAM BERINTERNET
Berikut ini adalah Link URL tentang Etika Dalam Berinternet
Silahkan klik di sini
Silahkan klik di sini
Langganan:
Postingan (Atom)